Translate
Selasa, 15 April 2014
The Way You Love Me
Jangan pernah pungkiri fakta bahwa wanita itu cerewet. Ya, mungkin tidak semua wanita, tapi kebanyakan wanita memang seperti itu. Mungkin ibu kita bisa menjadi role model dalam kasus ini, tentunya jika Anda tidak ingin dianggap sebagai wanita cerewet.
Wanita Lebih Banyak Tahu
Faktanya, lebih banyak wanita yang membaca majalah gaya hidup ketimbang pria yang lebih memilih majalah bisnis atau olahraga. Oleh karena itu, wanita lebih banyak tahu bagaimana cara memadukan pakaian yang seharusnya, bahkan sampai kenapa kaos kaki hitam yang senada dengan setelan jas perlu diperhatikan, sementara kebanyakan pria merasa kaos kaki melorot saja tak mengganggu penampilan (FYI, it’s a big no no). Nampaknya ini merupakan beberapa topik omelan yang cukup sering keluar dari mulut Anda.
Malam ini Anda ada rencana ke pesta, berarti Anda harus mempersiapkan diri ke salon, menentukan baju apa yang akan dikenakan, clutch apa yang akan pas dengan dress merah Anda, hingga aksesoris apa yang akan digunakan. Tentu Anda pun tak akan berani beranjak ke luar rumah jika ada hal kecil yang mengganggu, seperti saat melihat noda tanah di heels kesayangan Anda. Apa yang ada di pikiran Anda, tentu akan berbeda dengan si dia. Pria cenderung jarang memperhatikan hal-hal kecil yang sebenarnya mempengaruhi keseluruhan performanya. Tapi itulah tabiat para pria : men will always be a men. Mereka cenderung praktis, simple dan tidak mau segala sesuatu yang ribet. Kecuali ia menyadari bahwa hal ini akan berdampak besar pada dirinya, seperti kehilangan simpatik dari klien besarnya saat meeting.
Anda Adalah Adrenalinnya
Di luar hobinya untuk panjat tebing, motor racing atau segudang kegiatan lainnya yang memicu adrenalin, siapa yang kira bahwa Anda juga salah satu hal yang cukup menantang adrenalinnya. Suara annoying omelan Anda terkadang memang dibutuhkan untuk memompa adrenalinnya. ‘Iya, nanti’ atau ‘ya sudahlah’ merupakan kata-kata yang sering terlontar dari dia sebagai bentuk perlawanan. Dan hasilnya, Anda mesti berkoar 324 kali sampai dia baru tersadar untuk mengikuti saran Anda. Bahkan bisa jadi Anda sampai menyerah dan akhirnya memaklumi perilakunya tersebut. Pada kenyataannya, Anda tidak ingin terus menerus makan hati, kan?
Namun ladies, tahukah Anda bahwa terkadang itu yang diinginkan pria dari pasangannya. Saat Anda mengomentari dasinya yang tidak sesuai atau tidak rapi, saat mengomelinya karena ia terlalu santai saat hendak ke pesta reuni bersama Anda, merupakan momen yang tanpa disadarinya buat mereka merindukan Anda. Coba katakan Anda akan berhenti untuk mengomentarinya, serta merta dia akan berkata, ‘Bukan itu maksudku, sayang’ atau ‘jangan dong, cantik.’ Kenapa? Karena mereka tidak rela Anda mengabaikan mereka. Coba Anda pergi untuk beberapa waktu, dan saat menghubunginya tak perlu berpidato tentang hal yang biasa Anda ingatkan kepadanya, tentu ia akan kecewa, bahkan bisa-bisa ia memintanya.
Aneh? Ya, karena bagi mereka sifat cerewet itu merupakan tanda cinta. Dan tak jarang, suara berisik Anda bisa menjadi hal seksi yang akan selalu dirindukannya.
Tip Singkat untuk Anda :
Hadapi si dia-pria yang Anda sayang-walau betapa mengesalkannya!
1. Jangan mengomel di saat dia lelah
Darling, ini merupakan poin utama di mana rasa toleransi Anda kepadanya sedang diuji. OK, take a deep breath then say, “Sayang, kamu nampak lelah sekali. Ayo lekas mandi dan letakkan sepatumu di rak. Aku akan membuat makan malam untukmu.” Kalimat ini terdengar lebih bijak dan tentunya akan menimbulkan dampak yang lebih besar.
2. Hindari sumpah serapah
“Kamu memang pria yang tidak berguna!” Wow, ini tentu bukan kata-kata yang layak keluar dari mulut kecuali Anda sedang membaca naskah sinetron drama. Dan kami pikir, tak pernah ada gunanya Anda mengatakan ini.
3. Jangan beri pilihan
Ingat, jangan pernah memberikan pilihan kepadanya. “Kamu rapikan lemari bajumu atau aku tak mau lagi bertemu denganmu!” Bukan sebuah ide yang bagus untuk mengucapkan kalimat pilihan seperti ini, kecuali Anda ingin diberikan janji palsu seperti, “Oke, nanti yah, sayang” – dan Anda pun takkan pernah tahu ‘nanti’ itu kapan.
4. Anda adalah kekasihnya
Di luar ibu kandungnya, Anda adalah wanita lain yang mengisi hatinya. So, tak ada gunanya Anda berucap, “Kamu pikir aku ibumu yang harus mengingatkan segala sesuatu setiap hari?” Hal ini terdengar sungguh konyol, karena dari segi umur pun Anda sudah jauh berbeda dengan ibunya, lagipula kata-kata ini terlalu out-of-date, honey.
5. Kalimat dan intonasi
Berteriak memang lebih mudah ketimbang Anda berbicara pelan karena menahan emosi. Cobalah untuk berkata, “Sayang, kenapa kamu belum juga beranjak mandi?” dengan nada lebih pelan ketimbang berteriak-teriak mengomel. Dengan Anda berkata pelan seperti itu, pria akan lebih tidak merasa didikte dan ia pun akan mengerti akan kewajibannya.
Kamis, 10 April 2014
Dia Egois! Ini Tandanya
Memiliki pacar yang egois benar-benar bikin kesel ya ladies? Semuanya minta di mengerti pas giliran Anda yang minta di mengerti malah dia yang cuek. Memang sedikit sulit menghadapi pacar tipe satu ini. Anda butuh kesabaran ekstra untuk menghadapinya. Jika Anda masih tidak percaya pacar Anda seseorang yang egois, Yuk simak tanda-tandanya seperti yang di ambil dari sumber boldsky.com
Terobsesi Pada Dirinya Sendiri
Ciri pria egois dia hanya tertarik membicarakan semua tentang dirinya. Entah itu tentang pekerjaannya, temanya atau perasaanya. Dia hanya mengijinkan Anda berbicara sepatah kata, itupun kalau si dia peduli tentang Anda.
Tidak Peduli Perasaan Anda
Apapun yang Anda rasakan dia tidak peduli. Bahkan Anda lagi sedih sekalipun, dia tidak pernah ada untuk memberikan Anda support. Kalau bukan pria egois apalagi namanya ladies?
Tidak Pernah Menawarkan Bantuan
Tanda pria egois dia tidak pernah mementingkan Anda. Dia hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Bahkan pada saat Anda sangat membutuhkan bantuannya dia tidak pernah Anda. Tidak jarang dia hanya membuat-buat alasan hanya untuk menghindari Anda.
Tidak Ada Waktu Untuk Anda
Setiap membuat janji selalu telat bahkan tidak jarang rencana yang sudah Anda buat dibatalkan dengan berbagai alasan tidak jelas. Dia tidak pernah ada waktu untuk mendengarkan atau memperhatikan Anda.,yah begitulah pria egois ladies!
Bagaimana ladies masih sanggup berhubungan dengan kekasih yang egois?
Rabu, 02 April 2014
Tak Ada Yang Sempurna
"Tidak ada pria yang benar-benar baik, kitalah yang harus membaikkannya." ~Mario Teguh~
Dalam majalah Telaga edisi Agustus 2006 tercantum tulisan berjudul "Toko Suami". Ada sebuah toko yang menjual suami-suami. Ada 6 lantai tempat para suami yang dijual sesuai ciri-cirinya. Para wanita hanya memiliki satu kesempatan untuk melalui lantai tersebut. Jika naik ke lantai dua, ia tidak boleh kembali ke lantai satu.
Suatu ketika seorang wanita datang. Di lantai 1 ada tulisa terpajang di pintu. Lantai 1 :Pria ini punya pekerjaan yang baik dan mengasihi Tuhan. "Ah, punya pekerjaan baik belum tentu mapan. Lebih baik saya naik ke lantai berikutnya. Siapa tahu saya mendapatkan suami lebih baik lagi, pikirnya."
Lalu ia pun naik ke tingkat selanjutnya. Di sana ia melihat tulisan di pintu lantai 2 berbunyi, : Pria ini punya pekerjaan, cinta Tuhan, dan sayang anak."
"Ya, ini cukup baik. Tapi kalau saya melihat ke lantai berikutnya mungkin saya akan memperoleh pasangan yang jauh lebih baik lagi." Jadi ia pun beranjak ke lantai satunya lagi.
Di lantai 3 disediakan Pria yang mempunyai pekerjaan, cinta Tuhan, sayang anak, dan berwajah tampan. "Wah, semakin saya naik, semakin saya melihat pria-pria yang luar biasa. Kalau saya melangkah lagi pasti saya akan menemukan pria yang super."
Wanita ini penasaran dan terus naik ke lantai 4. Disana "dijual" Pria yang punya pekerjaan, cinta Tuhan, sayang anak, berwajah tampan, dan membantu pekerjaan rumah. "Ah, masih kurang, saya ingin yang lebih dari ini,." katanya.
Lantas dia terus menuju lantai 5. Di sini ia menemukan Pria yang memiliki pekerjaan, cinta Tuhan, sayang anak, berwajah tampan, bisa membantu rumah tangga, dan romantis. "Sepertinya ini yang saya cari selama ini. Saya ambil tidak ya?" Sementara ia ragu,matanya terus tertuju ke lantai 6. "Pasti di sana kriterianya lebih hebat lagi,"pikirnya.
Ia naik ke lantai 6. Tapi apa yang terjadi? ia tak menemukan apa-apa selain tulisan yang mengatakan "Tidak ada pria di lantai ini.Lantai ini hanya untuk wanita yang terlalu suka memilih.Terima kasih telah mengunjungi toko suami." Alhasil, si wanita harus kembali tanpa mendapat siapa-siapa.
Bagi wanita yang masih lajang, tentu kita punya segudang kriteria tentang pria yang kelak akan menjadi pasanagn hidup kita. Tentu hal itu boleh-boleh saja. Kita boleh mengharapkan pria dengan kualitas setinggi-tingginya, tampan, mapan, menarik, jujur, menyayangi kita apa adanya, dan seterusnya. Sebab kehidupan hanya memberikan apa yang kita inginkan. Jika kita merindukan pasangan yang baik, setia, bermoral, maka itulah yang akan kita dapatkan. Sementara jika kita berharap yang biasa-biasa saya, yang penting dia punya pekerjaan tetap, yang penting orang itu tidak berkhianat, yang penting dia menghargai saya, maka jangan heran bila pria yang seperti itulah, yang biasa-biasa pula yang kita dapatkan.
Namun jangan sampai karena kita mau mempunya suami yang luar biasa dalam segala hal, lalu kita menjadi wanita yang perfeksionis, yang menginginkan seorang pasangan yang tidak bercacat cela dan serba bisa. Ingatlah, tidak ada pria yang sempurna di dunia ini. Bahkan sering kali kita malah dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Kaya tapi tampangnya biasa saja, Baik,pintar, tetapi fisiknya kirang oke. Pengertian,sabar, tapi penghasilannya standar. Ya, itulah hidup. Tidak ada yang benar-benar baik, kitalah yang harus membaikkannya. Artinya, jika kelak kita mendapat pasangan yang pekerjaannya kurang membawa untung, sebagai partner, kita harus berpikir bagaimana kita bisa bekerja untuk menambahkan kekurangan yang ada. Atau, bila nanti kita diberi susami yang berwajah pas-pasan, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai istri untuk membuatnya jadi jauh lebih tampan, lebih menarik, lbih ok dari sebelumnya. Pendek kata apa pun kekurangannya dulu, harus kita membuat baik agar tidak menyesal karena sudah memilihnya menjadi teman hidup.
Wanita bijak,kita bukan wanita yang sempurna bahkan juga terbatas. Lalu mengapa kita meminta pada Tuhan seseorang yang sempurna? Bukankah itu tidak adil? Ketahuilah jika kita terus-menerus mencari lelaki yang benar-benar pas, yang sangat cocok bagi kita, selamanya kita tidak akan pernah mendapatkannya. Jadi, daripada sibuk berharap beroleh pria tanpa cacat, lebih baik kita menerima apa pun yang Tuhan anugerahkan. Tinggal kita mengubahnya dari pria biasa menjadi luar biasa. Dari lelaki bersahaja menjadi istimewa dan berlimpah dalam segalanya.
Rabu, 26 Maret 2014
Balikan Sama Mantan, Ya Atau Tidak?
Dalam rangkaian hubungan asmara, ada banyak tahapan yang dilewati. Mulai dari jatuh cinta, PDKT, menjalin komitmen, pertengkaran, menyerah pada hubungan/bertahan, dan ada yang akhirnya berujung dengan putus cinta. Ada orang yang memutuskan tidak akan pernah lagi berhubungan dengan mantan kekasihnya dan mengakhiri pertemanan, ada yang masih berteman, dan bahkan ada yang balikan.
Sebagian orang berpikir bahwa kalau sudah putus ya putus, tak perlu lagi ada kata balikan. Mereka yang memilih balikan berarti tidak punya pendirian, plin plan, atau memang rela menderita. Namun, ada yang berpikir, balikan bukan sesuatu yang salah. Kalau memang hubungan yang tadinya kurang baik bisa diperbaiki, kenapa tidak?
Bagaimana pendapat Anda soal balikan dengan mantan? Untuk mempermudah menjawab pertanyaan ini, berikut adalah beberapa panduannya.
1. Apakah perselingkuhan yang menyebabkan Anda dan kekasih putus?
A. Ya! Dia mengkhianati komitmen yang kami buat, itulah yang membuat kami putus.
B. Tidak. Alasan kami putus adalah karena memang hubungan kami tidak menyenangkan.
2. Apakah Anda putus secara baik-baik?
A. Tidak. Kami tak pernah membicarakan masalah yang ada di antara kami. Dan akhirnya putus sebelah pihak.
B. Ya. Kami membicarakannya dan akhirnya memilih untuk putus saja.
3. Bagaimana hubungan Anda setelah putus dengannya?
A. Sangat canggung, dan lebih baik menjaga jarak.
B. Kami tetap berteman sampai sekarang.
4. Apa alasan Anda kembali pada mantan?
A. Kesepian, bosan, butuh orang yang bisa mendampingi, menjadi single itu menyebalkan.
B. Kami sama-sama merindukan satu sama lain dan menyadari ada kehilangan yang begitu besar.
5. Bagaimana reaksi teman/keluarga saat tahu Anda balikan?
A. Mungkin mereka tidak akan setuju. Mereka selalu bilang ia bukan seseorang yang baik.
B. Mereka pasti senang karena ia orang yang baik dan menyenangkan.
Jika sebagian besar jawaban Anda adalah:
A. Anda sebenarnya bingung dengan perasaan Anda. Bagi Anda, balikan dengan mantan bukanlah sebuah solusi untuk semua masalah Anda. Bahkan, Anda memang termasuk tipe orang yang lebih baik tak berhubungan lagi dengan mantan karena kisah cinta Anda dulu begitu menyedihkan.
Hidup Anda sebenarnya sudah sempurna walaupun saat ini masih sendiri. Disarankan Anda tidak balikan dengan mantan dan lebih baik tetap move on dan mencari orang yang lebih baik lagi.
B. Sebenarnya Anda banyak belajar dari kesendirian beberapa waktu ini. Anda menyadari bahwa perpisahan yang Anda ambil beberapa waktu silam adalah sebuah emosi belaka. Bagi Anda, mantan adalah seseorang yang menjadi bagian hidup. Umumnya hubungan Anda dengan orang-orang di masa lalu selalu berjalan baik, jadi tak ada salahnya kalau Anda balikan dengan mantan.
Sayangnya, Dia Hanya Menganggap Anda Teman
Perhatian serta sikap yang di tunjukkan oleh seseorang terkadang membuat Anda bertanya-tanya apakah ia menyukai Anda atau tidak? Apalagi Anda sudah terlanjur jatuh hati padanya. Dan fakta yang mengejutkan terjadi ketika si dia hanya menganggap Anda hanya teman tidak lebih. Sebelum Anda salah paham lebih mendalam tentang cintanya pada Anda, lebih baik Anda kenali dulu tanda ia sebenarnya mencintai Anda atau hanya melihat Anda sebagai teman? Seperti yang dilansir oleh sumber ehow.com
Tidak Pernah Membahas Cinta
Jika dia selalu menghindar dan mengalihkan pembicaraan tentang cinta bisa jadi ia tidak tertarik dengan Anda. Bahkan meskipun Anda berusaha membahas tentang perasaan Anda pada sesuatu dia pura pura tidak mengerti. Hal ini mungkin karena ia tidak nyaman atau tidak ingin terbuka untuk membahas masalah asmara. Hal ini hampir merupakan tanda pasti bahwa Anda berdua hanya berada dalam "friend zone"
Melupakan Keberadaan Anda
Jika ia menyukai Anda, Anda tidak akan pernah terlupa dari pikirannya.Meskipun ia sibuk atau sedang berada dengan teman-temannya, sesekali pasti ia akan menghubungi Anda. Jika ia datang dan pergi sesuka hati bisa jadi dia hanya menganggap Anda teman atau penghilang bosan ketika ia kesepian. Lebih cerdas ya ladies!
Melirik Gadis Lain
Jika ia mempunyai hobby melirik serta menggoda gadis lain di depan Anda, bisa jadi ada dua tanda untuknya jika bukan player pasti hanya menganggap Anda teman. Jika dia menyukai Anda dan menginginkan lebih dari sebatas teman dia akan berusaha menjaga perasaan Anda. Bahkan dia hanya fokus memperhatikan Anda seorang.
Menganggap Segalanya Lucu
Ketika ibu dan teman-teman terdekatnya meminta Anda berdua menjadi pasangan, Tapi dia hanya menganggapnya lucu sudah di pastikan dia tidak pernah menganggap Anda lebih dari teman. Apapun yang Anda lakukan terasa lucu untuknya, sepertinya "Friend zone" akan menjadi ide terbaik untuk Anda berdua.
Nah, apakah Anda termasuk dalam "friend zone"?
Terlalu Sukses Untuk Jatuh Cinta
Tania, 31 tahun, menatap keluar jendela Mercedes yang ditumpanginya. BlackBerry di pangkuannya tak berhenti berkedip. Email dari kantor tetap datang bertubi-tubi, meski jam sudah menunjukkan pukul 9 malam! Tania menghela napas panjang berharap BlackBerry ini akan berdering dan seorang pria bertanya dengan penuh perhatian, "Kamu di mana? Sudah mau pulang?" Namun apa mau dikata, sudah setahun Tania melajang! Saat karirnya sebagai Senior Brand Manager yang bersinar, kehidupan romantis malah meredup. Meski penyanyi Fergie di tembang Labels or Love berkata, "I don't need emotional bagage. Buy a bag and get over it," Tania menutup Alma Bag di sisinya tanpa setitik rasa puas. Huh, tetap saja, dia ingin punya kekasih yang mencarinya sepulang kerja.
Apakah Anda termasuk dari salah satu sosok Tania di luar sana? Urusan pekerjaan, Anda sudah mendapat tatapan kagum dari sana-sini. Tapi soal cinta, Anda balas melempar pandangan iri pada kerabat yang satu persatu menikah. Mereka memang tidak punya karir yang membanggakan atau gaji yang bisa memenuhi lemari dengan LV, tapi mereka punya pria yang siap mendampingi kapan saja! Alhasil tak henti-hentinya Anda bertanya dalam hati, "bagaimana bila Anda menjadi wanita terakhir yang masih lajang? Bagaimana kalau Anda tidak bisa menemukan pria yang tetap dan akhirnya tak pernah menikah? Oh, tidak!"
Tenang dulu. Tarik napas (sangat) panjang. Rapikan rambut Anda. Dilema Anda akan berakhir seusai membaca artikel ini. Sambil menikmati secangkir teh peppermint, simak lima langkah jitu dari Tracey Cox, penulis IS YOUR JOB KEEPING YOU SINGLE?
Langkah 1: Menerima
Tokoh Nigel dalam film THE DEVIL WEARS PRADA berkata pada tokoh Andrea Sachs, "ini sudah hukum alam. Saat karir menanjak, kehidupan pribadi jatuh berantakan." Kata kami : jangan lekas percaya! Anda harus berhenti menyalahkan pekerjaan sebagai alasan kenapa Anda melajang. "Terima fakta kalau Anda seorang wanita sukses yang sedikit lebih sibuk dari wanita lain-nya," ujar Tracey, "tetapi kesibukan bukan alasan mengapa Anda kurang beruntung dalam cinta."
Sebaiknya, tanyakan pada diri sendiri, apa yang sebenarnya menghentikan Anda dari proses pencarian Mr. Right? Apakah rasa sakit hati di masa lampau? Atau kurangnya rasa percaya diri? Ini boleh saja jadi alasan jitu saat sanak saudara bertanya kapan Anda akan menikah. Tetapi sebenarnya, bukan pekerjaan yang menangani datangnya cinta. It's you, darling.
Langkah 2: Menurunkan Standar
Jangan salah sangka. kami tidak meminta Anda untuk berhenti bermimpi menikahi pria setampan Daniel Craigr. Sebagai fun fearless female sejati, Anda boleh punya standar setinggi stilleto Anda! Ini tentang bagaimana Anda menampilkan image diri pada sekeliling. Wajar kok, bila kesuksesan kadang mempengaruhi bagaimana Anda bersikap dan berinteraksi dengan orang lain. Maka tak heran jika 38% pria merasa terintimidasi dengan penampilan wanita high maintenance. Seperti tutur Robert yang mengaku segan mendekati Lucy karena ia terkesan kurang welcome. "Saya tidak punya masalah dengan title Lucy sebagai Managing Director, tetapi bahasa tubuhnya membuat saya merasa ragu-ragu untuk mendekati."
Well, dengan pangkat tinggi di kantor, tentu saja Anda berbeda dari kolega wanita lainnya yang kerap dilempari lelucon centil dari kolega pria. Saat menghentakkan Sergio Rossi Anda di koridor, mungkin semua pria keburu menunduk penuh rasa segan. Wanita dengan karir mapan terkadang bisa terlihat bak Ratu Es, padahal itu hanyalah hasil dari sikap poise dan rasa percaya diri yang tinggi. Lalu, harus bagaimana, dong?
Langkah 3 : Menjaga Perkataan
You are single and ready to mingle. Keuntungan dari status lajang adalah kesempatan untuk flirting dengan berbagai tipe pria, demi mencari kandidat terbaik. Anda bebas menghabiskan Sabtu malam bersama teman-teman di sebuah restoran ternama, menyesap apple martini sambil sesekali melirik si tampan di meja seberang. Senangnya! Namun, suatu kebiasaan wanita yang sukar hilang ialah kebiasaan mengumbar petualangan cinta Anda pada orang sekitar. Misalnya saja Anda baru melewati kencan pertama dengan seorang pria. Sesampainya di rumah, Anda lekas menelepon sahabat dan membeberkan setiap detil. Saat Anda berkata kalau pria itu dua kali meminta ijin untuk mengangkat telepon di tengah kencan, teman Anda pun berujar, "aduh! Dia pasti seorang workaholic! Pasti ada sesuatu yang disembunyikan!" Hei, belum tentu! Anda tak pernah bisa menilai pria dari kencan pertama, apalagi si sahabat yang jelas-jelas tidak hadir pada kencan tersebut! Lisa Steatman penulis ARE BAD DATING HABITS KEEPING YOUR SINGLE?, justru menganjurkan Anda untuk terus ke kencan kedua, meski kali pertama tidak sesuai dengan harapan Anda. Selain itu, Anda juga disarankan untuk mencoba berkencan dengan pria yang sama sekali bukan tipe Anda. Siapa tahu kan?
Langkah 4: Mengatakan Ya
Sudah menonton film YES MAN? Karakter Carl Allan yang diperankan Jim Carrey mengalami perubahan terbesar dalam hidupnya hanya karena ia berhenti mengucapkan kata tidak. Memang agak sulit jika Anda kerap mengangguk pada setiap kesempatan yang datang dalam hidup, tetapi filosofi Yes Man ini mungkin menjadi jawaban atas dilema cinta Anda!
Berada di kantor selama lebih dari 12 jam bisa bikin Anda terlalu lelah untuk clique seusai kerja. Di akhir pekan, mungkin beberapa dari Anda memilih untuk meringkuk di dalam kamar sambil menonton Maraton Lipstick Jungle. "Habis, kapan lagi saya bisa beristirahat?" pungkas Anda setiap kali kerabat mengajak bertemu. Wah, kalau perilaku seperti ini dipertahankan, cinta bisa masuk lewat mana?
Oke, bila tipe pekerjaan Anda memang benar-benar menuntut banyak waktu termasuk di akhir pekan, ini bukan berarti kiamat. Menurut Pamela Gilberd, penulis the TWELFTH COMMANDMENT OF WILDLY SUCCESSFUL WOMEN, Anda justru patut bersyukur! "Sebenarnya kesuksesan member banyak peluang untuk mendapatkan hidup yang berkualitas. Sayangnya, Anda terlalu sibuk untuk memperhatikan." Maka, Pamela menyarankan untuk menata ulang hidup Anda. Apa sih, yang menyita begitu banyak waktu? Bila Anda sering terkunci di ruang kerja gara-gara harus membereskan semua email dan agenda harian, mungkin ini saatnya Anda memiliki seorang asisten. Dengan begini, Anda bisa menyisihkan waktu untuk kehidupan pribadi dan merasakan sendiri betapa beruntungnya Anda!
Langkah 5: Mengenal Keinginan
Dr. Joy Broune, pengarang buku DATING FOR DUMMIES, berkata, "hanya Anda yang tau bagaimana cara membuat diri Anda bahagia." Artinya, hanya Anda yang tau figur kekasih yang sesuai. Jika Anda sudah siap dengan empat langkah di atas, sekarang saatnya untuk menghentak keluar sana. Hal krusial yang ditekankan Tracey Cox adalah mengetahui lokasi yang benar-benar memiliki apa yang Anda inginkan. "Jika Anda ingin memakan steak, tidak mungkin Anda pergi ke restoran cepat saji, kan? Sampai kapanpun, Anda tidak akan mendapatkannya!" Pria seperti apa yang Anda cari? Pria pintar berada banyak di toko buku, pria atletis ada di gym, sementara pria romantis ada di galeri seni. Simple, bukan?
Kami pun yakin kalau ada beragam tempat hangout di kota Anda. Maka jangan hanya mendatangi tempat yang sama. Bila toko buku favorit Anda tak kunjung mendatangkan prospek, kunjungi toko buku lain. Bila tidak ada pria lajang di gym Anda, segera pindah lokasi. Seperti wanita sejati, jangan biarkan kata menunggu menjadi bagian dari kamus Anda. Keep on Moving!
Rabu, 19 Maret 2014
I Love You Just The Way You Are
STOP MEMBANDINGKAN
Umumnya pria terlahir dengan ego dan kepercayaan diri tinggi. Jadi, bukan rahasia jika makhluk ini sangat benci dibanding-bandingkan dengan orang lain, apalagi dengan mantan Anda. Hmmm....Berbanding terbalik dengan wanita ya? Well, Anda mungkin sama tak sukanya jika dia membandingkan Anda dengan mantannya. Tapi nyatanya, justru Anda sendiri yang kerap membandingkan diri dengan wanita lain. Kenapa? Because you're a woman.
Oke, ini faktanya: pria terganggu dengan kebiasaan ini! "Jujur, saya tak habis pikir kenapa si dia sering bertanya, 'Kamu lebih sayang dia ya?' atau 'Pasti menurutmu dia lebih cantik ya?' Aduuuuh, kalau saya memang merasa begitu, pasti saya akan mengencani wanita lain itu, lah! ujar Willy, 25 tahun.
SERBA SALAH
Ya, itu reaksi pria saat Anda mulai merasa tak percaya diri, ketika Anda mulai cemas dengan keberadaan dan pesona wanita lain. Jangan salah, kebanyakan pria sudah hafal lho, respon Anda saat mereka mencoba menjawab pertanyaan seperti yang diungkapkan Willy tadi. Pada dasarnya memang tak ada jawaban yang cukup baik buat Anda, bukan? Jika si dia menjawab seadanya, Anda mungkin akan tersinggung. Tapi saat dijawab dengan sedikit gombal, Anda cenderung tidak percaya. Pria jadi serba salah dibuatnya! Seperti Irgi, 27 tahun, yang mengeluh , "Lama-lama bosan menjawab pertanyaan tak penting macam itu. Toh percuma saja, mood-nya tetap akan buruk. Kadang jawaban saya justru bikin ia makin marah! Hahaha."
Daripada menghabiskan waktu mengganggunya dengan pikiran dan rasa cemburu yang tak jelas, lebih baik syukuri saja apa yang Anda miliki. Hati-hati, rasa ketidakpercayaan diri ini justru sering memicu pertengkaran yang akhirnya bisa meretakkan hubungan lho.
"RELAKS, BABY.."
Itulah hal yang ada di benak pria jika Anda mulai rewel dengan kecemasan yang sebenarnya dibuat-buat. Remember dear, nobody's perfect! Mungkin banyak wanita yang lebih cantik, menarik, pintar, atau 'lebih segalanya" di luar sana. Tapi, cuma ada satu Anda. Dan Anda lah yang diinginkannya. "Saat saya sudah memilih pasangan, berarti dia yang terbaik bagi saya. Memang ada yang 'lebih' dibanding dia, tapi dia lah yang melengkapi saya." tutur Wisnu, 28 tahun. Got the point? Pria tak ingin Anda jadi sempurna. Setiap orang pasti memiliki kualitas pribadi yang berbeda. Dan karena ia memilih Anda, percayalah, he loves you just the way you are.
Langganan:
Postingan (Atom)






