Translate

Jumat, 01 Maret 2013

Puisi Untuk Bunda

Usia ku kini telah berubah
Aku bukan lagi balita kecil
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini
Menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan
Dengan nasihatmu kala malam telah larut
Dan gerbang mimpi siap menghampiri ku

Kala yang lain terlelap
Ku tau kau tak pernah terlena
Pikiran,hati,jiwa,dan emosimu selalu bekerja demi masa depan ku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin,tanpa itu bisa jadi
Aku terlindas oleh jaman yang semakin keras

Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kata ku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilau ku
Yang tak akan pernah terlupakan
Oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia

Andai aku bisa ,BUNDA
Kan ku balas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, BUNDA
Kan ku persembahkan seterang kilauanmu
Sehangat dekapanmu,setulus kasihmu
Dan sebijak nasihatmu

Ku tau BUNDA
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku
Dalam setiap doa yang kau panjatkan
Ku tau bunda
Senyummu selalu menyapa dala setiap kata cinta
Yang keluar dari lisanmu
Ku tau bunda
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derap ku

YA ALLAH...
KU tengadahkan tangan ku berharap
Kau membahagiakannya seperti ku ini
YA RABBI
Aku memohon berilah bunda mimpi yang selalu indah
YA RABBUL IZZATI
Aku berharap padaMU anugerahkanlah bunda kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan pada ku saat aku terbangun di pagi hari...
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar